
Banyak orang yang larut dalam suka cita perayaan tahun baru hingga lupa untuk apa ia diberi usia. Di detik-detik pergantiannya banyak orang yang rela berjaga dan meluapkan rasa bahagia dengan hal yang beraneka rupa. Hingga tak sedikit yang lupa kelak ia akan ditanya apa saja yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 13-14), menjelaskan bahwa kehidupan manusia terbagi ke dalam 5 (lima ) fase umur sebagai berikut:
1. Fase Umur Pertama
Fase umur pertama manusia dimulai sejak Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT. Saat itu juga dalam punggung Nabi Adam AS terdapat anak-cucunya. Hal ini sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad (hal. 13) sebagai berikut: “Fase umur pertama manusia adalah sejak Allah menciptakan Nabi Adam AS dan dalam punggungnya dibekali anak-anak keturunannya.”
2. Fase Umur Kedua
Fase umur kedua dimulai sejak kelahiran manusia ke dunia ini hingga meninggal dunia. Hal ini merupakan tahapan pertengahan di antara semua umur sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad sebagai berikut: “Fase umur kedua dimulai sejak manusia dilahirkan ke dunia dari perkawinan kedua orang tuanya hingga mati meninggalkan dunia ini.”
Dalam fase umur kedua ini, berlaku taklif dimana manusia dibebani kewajiban-kewajiban tertentu ketika telah mencapai usia baligh dengan keharusan menunaikan perintah-perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Konsekuensi taklif adalah manusia mendapatkan pahala atas kewajiban-kewajiban yang dilaksanakan dan mendapatkan hukuman atas dosa-dosa yang dilakukannya.
3. Fase Umur Ketiga
Fase ini dimulai sejak manusia mati sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad (hal. 14) sebagai berikut: “Fase umur ketiga dimulai sejak manusia meninggalkan alam dunia ini hingga ia dibangkitkan oleh Allah dari kubur dengan tiupan sangkakala. Dan inilah masa tunggu manusia di alam barzakh.”
Penjelasan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Mukmin, ayat 100
وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Artinya: “Dan di belakang mereka ada Barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” Jadi alam barzakh adalah saat dimana manusia meninggal dunia lalu dibaringkan di dalam kubur hingga dibangkitkan dengan ditiupnya terompet sangkakala untuk pertama kali oleh Malaikat Israfil di hari Kiamat.
4. Fase Umur Keempat
Fase umur keempat dimulai sejak manusia dibangkitkan dari kuburnya sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad sebagai berikut: ”Fase umur keempat dimulai sejak dikeluarkannya manusia dari kubur, atau tempat lain yang Allah kehendaki; sejak ditiupkan sangkakala pada hari kebangkitan, hingga tibalah hari ketika seluruh manusia dikumpulkan di Makhsyar untuk diadili di hadapan Allah SWT dengan ditimbang semua amalnya untuk dihisab. Sesudah itu meniti jalan kecil (shirath), menerima buku catatan amal masing-masing dan hal-hal lain tentang berita hari Kiamat, keadaan-keadaannya dan bermacam-macam kesulitan serta hal-hal yang menakutkan.”
Penjelasan itu sejalan dengan perintah Allah SWT kepada Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala yang kedua kalinya. Allah berfirman dalam Surat Yasin, ayat 51:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
Artinya: “Dan ditiuplah sangkakala, maka merekapun bangkit dari kubur masing-masing, lalu datang bergegas menuju Tuhan mereka.”
5. Fase Umur Kelima
Fase umur kelima dimulai dari saat masuknya manusia ke dalam surga dan kekal di dalamnya sebagaimana penjelasan Sayyid Abdullah Al-Haddad sebagai berikut: ”Fase umur kelima dimulai sejak dimasukkannya manusia ke surga sampai selama-lamanya atau abadi. Inilah fase umur yang takkan berakhir, atau sejak masuknya ahli neraka ke neraka.”
Ananda shalih dan shalihah, kelima fase umur tersebut berlangsung secara urut dan berlaku pada semua manusia. Oleh karena itu, di awal tahun baru ini adalah kesempatan untuk kita melakukan sebanyak-banyaknya amal shalih sebagai bekal untuk pertanggungjawaban kelak di akhirat.